NYATAKAN HADIRMU DENGAN KREASI, WUJUDKAN LEWAT CITA DAN CINTA

3.29.2016

AKHIRNYA DATANG JUGA


Catatan Pendek Tentang Proses

Akhirnya datang juga meminjam nama acara dari sebuah stasiun tv swasta nasional, kira-kira seperti itulah yang hadir dibenak penulis saat ini. Prosesi penerimaan calon anggota Teater Kampus Unhas (TKU) pun digelar. Wajah-wajah baru yang menyegarkan kemudian hadir. Wajah yang dihiasi harapan oleh mereka-mereka yang telah lebih dahulu ada dan terdaftar sebagai anggota di TKU. Ruang-ruang keberlanjutan proses akhirnya terbuka dan kekhawatiran akan mandeknya regenerasi kini kemudian mulai terkikis.

Kedatangan ini tidak serta merta memberi kelegaan hati sampai taraf seratus persen. Ada beberapa prosesi yang harus dilewati dan mereka-mereka yang datang  akan terseleksi, diantara mereka kemudian akan ada yang tidak terjaring (melihat kebiasaan PPCA sebelumnya), terjatuh, kandas hingga akhirnya hanya mereka-merekalah yang diduga (berdasarkan aturan yang diterapkan selama prosesi) mampu menjadi anggota TKU yang akan tinggal. Pada saat itu harapan menjadi kenyataan yang mungkin saja kenyataaan itu tidak mewakili semua harapan.
***
Berteater merupakan sebuah dunia, sebuah alam dimana orang-orang yang memasuki itu haruslah mampu beradaptasi, mencontoh pada pohon Jati (Tectona sp) yang di musim kemarau harus meranggas. Adaptasi yang bukan sifatnya temporal (sementara ataupun dibuat-buat) namun sebuah nilai alamiah akibat kecintaan  untuk hidup dalam dunia teater itu sendiri. Sebuah dunia proses yang mengutamakan semangat, keinginan berbuat (berkarya), dan tentunya keikhlasan dalam menjalaninya.

Tiga hal tersebut merupakan bahan dasar dalam beradaptasi pada sebuah lembaga teater dalam hal ini lembaga teater kampus (mahasiswa). Semangat yang kuat haruslah tetap terjaga karena semangat inilah nadi proses itu sendiri. Factor-faktor pembatas yang melingkupi keberadaan teater kampus tidaklah sedikit dan lemah namun keterbatasan-keterbatasan itu begitu beragam dan kuat. Menjelma menjadi kekhawatiran bahkan teror mental yang kemudian menggilas dalam ketakutan yang berujung pada terbunuhnya kerja kreatif orang-orang didalamnya (atau mungkin saja pergi meninggalkannya). Semangatlah yang mampu merubah ruang-ruang kekhawatiran menjadi nilai keyakinan untuk tetap hidupnya kreatifitas.
Menyatakan, membuktikan keyakinan (kreatifitas) dengan berbuat, bukan hanya  ternilai pada sesuatu yang besar yang dimaksud tentunya. Tetapi berbuat dimulai dengan hal-hal yang kecil dan sederhana. Dari hal yang sederhana kemudian dijadikan tidak sederhana. Kontinyuitas dalam berbuat (berkarya) kemudian akan mengalir dan menjelma pada intensitas dan kualitas perbuatan (karya). Memelihara kontinyuitas berbuat adalah sesuatu yang harus tetap dilakoni. Menangkap ide, kegelisahan melihat keadaaan sekitar, dan keberanian mengangkat gagasan kemudian akan menjadi bagian yang tak terpisahkan.
Kesemua bagian dunia proses itu kemudian dibalut dalam bingkai hati yang ikhlas, menjadikan proses bukan sebagai media kepentingan pihak tertentu. Motif-motif yang hadir terlebur dalam sebuah pemahaman kerelaan berkorban lebih dari sekedar nilai partispatif saja. Dan pada akhirnya pemaknaan akan berproses mulai hadir, pengambilan hikmah dari setiap yang terjadi dan penemuan-penemuan nilai akan tampak, akhirnya proses merupakan makanan ruhani para penggiatnya. Eksplorasi bentuk, tekstur, dan struktur karya akan kemudian menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses itu sendiri, hingga intensitas yang dibarengi kualitas terlihat menjadi warna yang khas dari proses itu. Dalam tiap kesempatan kemudian orang-orang akan menantikan karya-karya itu, menceritakannya setelah melihat/menonton, mengambil pesan atau mungkin pelajaran didalamnya atau juga hanya sekedar pelampiasan emosi (tertawa, menangis mungkin?) mengingat salah satu adegan yang boleh saja pernah dia rasakan. Hingga  proses itu kemudian jelas berarti untuk semua.

Nyatakan hadirmu dengan kreasi wujudkan lewat cita dan cinta

Penulis Arafat Andi
Mantan Ketua UKM Teater Kampus Unhas
Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin    
 

No comments: